Waspada Bencana Alam Yang Disebabkan Hujan No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Sejak sepekan terakhir lubuklinggau diguyur hujan setiap harinya, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan datangnya bencana banjir dan longsor dikota lubuklinggau.

Kepala Dinas Sosial, Ah Ritonga melalui stafnya, Beni yang juga aktif di taruna siaga bencana (tagana) menuturkan pihaknya telah memantau spot-spot rawan banjir yang ada dikota lubuklinggau, guna mengantisipasi adanya bencana. Karena patut diwaspadai sebelum terjadinya bencana. Titik rawan banjir juga telah dipetakan dari pengalaman ditahun sebelumnya.

“3 sungai dilubuklinggau berpotensi akan meluap bila debit air hujan terus turun, sungai tersebut yaitu, sungai kasie, kelingi dan mesat. Yang rawan terkena banjirnitu wilayah tepian sungai, sesuai dari peristiwa yang terjadi sebelumnya, lubuklinggau juga rentan terkena banjir kiriman dari daerah atas (Curup dan sekitarnya) seperti yang sudah – sudah pernah terjadi banjir bandang kiriman, dikarenakan di daerah atas diguyir hujan deras,” terangnya.

Ia menambahkan kalau spot banjir ini juga berpotensi sebagai wilayah rawan longsor, untuk itu pihaknya menghimbau agar masyarakat waspada bila terjadi hujan deras.

“Untuk wilayah rawan banjir luapan sungai yaitu, Kawasan, mesat, karya bakti dan beberapa daerah tepian sungai lainnya, sedangkan untuk taba baru secara geografis tekstur tanahnya melengkung itu juga menjadi spot rawan tergenang banjir,” paparnya.

Beni berpesan selain rawan bencana alam, musim hujan juga rawan bencana kebakaran, yang diakibatkan dari korsleting maupun sambaran petir.

Terpisah, Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana, Ferry membenarkan bahwa musim hujan rawan korsleting listrik dan kebakaran.

“Kita selalu siaga dengan menyiapkan 175 anggota damkar dan seluruh mobil pemadam, guna mengantisipasi adanya kebakaran, kita selalu stand by dan siap siaga,” tegasnya melalui sambungan telpon, Jum’at (23/2).

Lanjutnya selama 2018 ini baru 2 kasus kebakaran terjadi dikota lubuklinggau, itu disebabkan oleh korsleting listrik, makanya ia berpesan untuk masyarakat agar dapat berhati-hati dalam penggunaan listrik harus sesuai aturan.

“Penggunaan listrik yang over dapat mengindikasikan potensi kebakaran yang besar, seperti stop kontak yang memiliki 4 colokan lebih, dan digunakan secara bersamaan dapat menyebabkan stop kontak/ terminal listrik lumer, makanay harus cermat dalam penggunaan median listrik dirumah kita,” pesannya. RED

Please rate this

Recommended For You

error: