Warga Resah Aktivitas “Galian C” Sungai Malus Beroperasi Kembali No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Warga kelurahan Belalau dan Petanang ulu, menyayangkan adanya aktivitas galian c di sungai ulu malus yang telah lama berhenti kini beroperasi kembali. Salah seorang pemuda kelurahan belalau 1, Heri Padri mengatakan kepada wartawan terhitung sejak satu bulan terakhir terlihat operasi galian c di sungai ulu malus kembali beroperasi, aktivitas itu dinilainya banyak menganggau masyarakat, selain faktor debu yabg menganggu pernapasan fasilitas umum seperti jalan makin rentan berlubang dan rusak, lantaran sering dilalui kendaraan bertonase berat.

Kondisi jalan dikelurahan belalau 1 yang kian parah, lantaran dilalui kendaraan bertonase berat, Rabu (24/7)

“Kami sangat kecewa pada sikap pemerintah kota Lubuklinggau dalam hal ini Walikota Lubuklinggau dan DPRD Kota Lubuklinggau yang terkesan membiarkan adanya praktik galian c yang beroperasi lagi. Kita juga meminta Pemerintah Kota Lubuklinggau segera turun tangan, jangan seolah tidak peduli terhadap persoalan yang timbul akibat aktivitas Galian C tersebut, padahal dampak dari aktifitas Galian C tersebut telah meresahkan warga di sekitar area pertambangan, Ada apa dibalik pembiaran ini, jangan-jangan benar indikasi yang selama ini beredar di tengah masyarakat bahwa ada oknum pejabat yang memback up aktifitas Galian C tersebut.” ujar Heri Padri yang juga berstatus sebagai ketua karang taruna kelurahan belalau 1.

Lanjutnya, ia mendesak pihak pemerintah kota Lubuklinggau dan DPRD Kota Lubuklinggau menyikapi aktivitas Galian C yang dilakukan oleh beberapa perusahan yang terletak di Ulu Malus yang diindikasi kuat tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP)sebagaimana yang di atur dalam Undang-Undang No.4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan mineral dan batu bara.

Ia juga menjelaskan dalam Undang-undang (UU) No 4/2009 yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) Menteri Energi Sumberdaya Mineral No 03.E/31/DJB/2009 tertanggal 30 Januari 2009 terkait perizinan pertambangan mineral dan batu bara, sebelum terbitnya peraturan pemerintah (PP) sebagai pelaksanaan UU No 4/2009.

Heri juga mengatakan dengan lantang, berdasarkan pantauan dan investigasi dirinya ke lapangan, PT BRU (Bania Rahmat Utama) selaku pihak yang bertanggung jawab akan adanya aktivitas galian c di sungai malus tersebut.

Selain itu pihaknya juga meminta gubernur dan walikota untuk menghentikan penerbitan izin usaha pertambangan galian c. Artinya jika benar aktifitas Galian C tersebut telah mempunyai Izin Usaha Perusahaan, berarti Galian C yang ada di Ulu Malus tersebut adalah pelanggaran.

“Berdasarkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) juga mutlak dilakukan sebelum memberikan Izin Usaha Pertambangan, kita mempertanyakan apakah itu semua telah dilakukan atau tidak, kita tidak tahu. Yang terutama kita resah dan akan adakan aksi bahkan memportal jalan bila permasalahan ini tidak ditanggapi,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan pemuda ulu malus, Irman dirinya mengecam keras mengapa sampai beroperasi kembali aktivitas galian c ini. “Jalan kami di ulu malus ini sudah hancur, ditambah lagi dengan adanya kendaraan besar lewat sini semakin menambah keresahan masyarakat, anak sekolah terganggu olehnya, selain itu juga musim kemarau jalan akan bedebu dan jika hujan jalan akan menjadi becek,” pungkasnya. Ril/ NSR

Please rate this

Recommended For You

error: