Sempat “Miskomunikasi” Kepsek Smanda Agendakan Ulang Rapat Komite No ratings yet.

*Terkait Sumbangan Rehab Lokal dan Pengadaan Fasilitas UNBK

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Kesepakatan sumbangan antara pihak sekolah Sma Negeri Dua (Smanda) Model kota Lubuklinggau dan pengurus komite dimediasi ulang, lantaran terjadi miskomunikasi antara pihak sekolah dan beberapa wali murid yang tergabung dalam pengurus komite.

Terjadi miskomunikasi dikarenakan ada sekitar 30 wali murid protes karena merasa tidak dilibatkan dalam rapat komite yang telah disepakati tersebut. Diketahui jumlah sumbangang Rp. 405.000 dengan melibatkan jumlah siswa 960 siswa yang terdiri dari siswa kelas X, XI dan kelas XII, yang diperuntukkan untuk merehap lokal dan pengadaan fasilitas ujian nasional berbasis komputer (UNBK), diantaranya pengadaan komputer 30 unit, mobiler kursi dan meja, serta Air Conditioner (Ac).

Menurut salah satu wali murid, Elpan saat dibincangi Panjinews.com mengungkapkan sempat terjadi protes dari siswa dan wali murid yang merasa tidak dilibatkan dan tidak hadir dalam kesepakatan pertama antara pihak komite dan pihak sekolah, hal itu dikarenakan undangan yang diberikan ke siswa tidak sampai pada orang tua, dan ada juga orang tua yang tidak berkesempatan hadir di rapat pertama tersebut.

“Melihat sudah ditetapkan nominal dan peruntukannya sebenarnya kita tidak keberatan namun hanya miskomunikasi saja,”ungkap Elpan.

Ia menambahkan, kedatangan pihaknya kesekolah hanya ingin meluruskan dan menyatukan persepsi saja, tidak bermaksud untuk memprotes apa yang telah di tetapkan.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) Smanda, Yulianti mengatakan pokok permasalahannya sudah selesai hanya miskomunikasi semata, akan diagendakan ulang untuk kembali menyatukan persepsi.

“Dalam waktu dekat kita akan agendakan segera mungkin, dan akan kita pastikan untuk semua wali murid dan murid akan hadir untuk membahasnya,” ujar Yulianti

Yulianti menambahkan berdasarkan kesepakatan terdahulu kalau uang sumbangan tersebut bisa dibayar bertahap dengan tempo hingga desember mendatang, guna meringankan beban bagi yang tidak mampu, selain itu untuk siswa yang bersaudara kandung (satu tanggungan orang tua) cukup bayar satu saja. Makanya setelah di rekap hanya 940 siswa dari 960 siswa yang akan membayar sumbangan tersebut.

“Intinya kita berdasarkan kesepakatan bersama dan berusaha meringankan, harapan kita, apapun keputusannya nanti yang terpenting mencapai kata mufakat demi kelancaran dan bagusnya sekolah milik kita bersama,” pungkasnya. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: