Sampai Saat ini Baru 16 Orang Anggota DPRD Lubuklinggau Divaksin, Ketua Komisi 2 : Bukan Tidak Mau, Tapi Kondisi Kesehatan Kawan Kawan Yang Tidak Memungkinkan 5/5 (2)

LUBUKLINGGAU, PJ – Salah satu ikhtiar dalam memutus mata rantai covid-19 yakni dengan ikut divaksin. Hampir semua elemen pemerintah dan pelayan masyarakat sudah mengikuti secara tertib vaksinisasi tersebut.

Namun, di Lubuklinggau belakangan malah beredar isu sebagian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lubuklinggau tidak mau divaksin dengan berbagai macam alasan. Anggota Dewan yang seharusnya memberikan contoh, malah beredar isu yang tidak mengenakan itu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi 2 DPRD Lubuklinggau, Abdul Nasir langsung membatah isu tersebut. Menurut dia pihaknya tidak pernah menolak untuk mengikuti vaksinisasi. Akan tetapi memang beberapa Anggota DPRD Lubuklinggau kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk divaksin.

“Bukan nolak divaksin, tapi sebagian kawan kawan kondisinya tidak memungkinkan divaksin. Ada yang gula darahnya naik, ada yang tensi darahnya naik. Tapi yang banyak itu gula darahnya yang naik,” ujar Abdul Nasir, Jum’at (23/04/2021).

Untuk pelaksanaan vaksin susulan, ia menuturkan pihaknya menunggu jadwal dari RS Petanang. Sebab yang membuat jadwal pihak RS, sedangkan pihaknya hanya menunggu kapan yang sudah diagendakan saja.

“Kawan kawan juga sebagian yang sudah ada yang sudah dua kali vaksin, ada yang baru vaksin pertama, ya masih nunggu jadwal dari pihak RS,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Lubuklinggau, Imam Senen mengatakan, dari 30 orang anggota DPRD lubuklinggau sampai saat ini baru 16 orang yang sudah menjalankan Vaksiniasi. Hal itu dikarenakan kondisi kesehatan beberapa anggota DPRD yang tidak memungkinkan untuk divaksin.

“Iya sudah 16 orang vaksin. Masalahnya pas dicek tensinya ada memang gula darahnya lagi tinggi. Jadi bukan dak galak sesuai isu yang beredar. Tapi ado kendala katakanlah ada penyakit lainlah,” ujar Imam

Vaksiniasi untuk anggota DPRD Lubuinggau sendiri, kata Imam sudah dijadwalkan sejak maret. Targetnya harus divaksin semua. “Pada dasarnya kawan kawan siap divaksin ketika memang sesuai dengan tes kesehatan dan kesiapannya siap,” ungkap Imam. FAB

Please rate this

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: