Pemuda Bulan Bintang “Kecam Keras” Ada Pesta Hura-Hura di Pergantian Tahun No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Menyikapi pamflet bertulisan Dj Party Hura-Hura, miris melihat dunia hiburan di kota lubuklinggau pada pergantian tahun yang tinggal menghitung hari, hal itu diungkapkan ketua DPC Pemuda Bulan Bintang, Heri Padri menurutnya berdasarkan informasi yang ia dapat banyak hotel-hotel di kota lubuklinggau akan menggadakan hiburan malam pada pergantian tahun.

Lanjutnya, ada beberapa hotel di kota lubuklinggau akan mengadakan hiburan malam di pergantian tahun ini mereka akan mengadakan DJ Party/Dj Hura-Hura dan ini akan berpotensi mencedrai moral pemuda khusus nya di kota lubuklinggau. Untuk itu ia meminta pemerintah kota dan kapolres khususnya bertanggung jawab akan hal ini mengingat peraturan walikota (Perwal) yang di sahkan pada 2 januari 2019.

“Smart dan Cozy hotel memang sudah ada tempat hiburan malamnya, We Karaoke, Ibiza karaoke Dafam Hotel, Arwana, Kings, Galaxy dan area loklisasi, harusnya bisa mentaati perwal yang telah ditetapkan tersebut. Untuk tidak menyelenggarakan hiburan malam diatas batas waktu yang ditentukan, terkhusus dimalam tahun baru,” jelasnya.

Untuk diketahui, Perwal nomor 1 tahun 2019 itu sudah ditetapkan dan diundangkan sejak Tanggal 2 Januari 2019 lalu. Dalam Perwal itu juga disebutkan maksud dilakukannya pengaturan pesata malam ini adalah sebagai upaya pengendalian dan pembatasan waktu kegiatan pesta malam serta untuk meminimalkan perbuatan negatif yang mungkin terjadi dari kegiatan pesta malam.

Pada pasal 7 tertulis setiap orang dilarang melaksanakan Pesta Malam diluar waktu penyelenggaraan yang ditetapkan yakni dimulai dari pukul 19.00 WIB dan berakhir paling lambat pukul 22.30 WIB.

Masih kata Heri, sanksi jika melanggar ketentuan itu maka pesta malam akan dihentikan atau dicabut izin keramaiannya. Dan untuk pemilik orkes/orgen juga akan dicabut izin operasionalnya serta dilakukan penyitaan alat orkes/orgen oleh pihak kepolisian.

Selain itu, dalam Perwal Nomor 1 Tahun 2019 ini juga mengatur persyaratan izin keramaian. Kemudian juga membuat beberapa surat pernyataan kesediaan untuk tidak melakukan kegiatan ketika adzan atau pada waktu beribadah dan bersedia berpakaian sopan sesuai dengan norma kesopanan, kesusialaan dan agama serta bersedia tidak menggunakan narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Tak hanya itu, penyelenggara pesta malam yang menggunakan alat musik dilarang menyajikan dan menampilkan penrtujukkan yang mengarah kepada pornografi dan prono aksi. Dilarang menampilkan musik remix yang tidak sesuai dengan norma kesopanan, kesusialaan, agama.

“Kami juga meminta kepada pemerintah kota dan kapolres untuk menertibkan itu agar acara yang di laksanakan di bawah jam 22:00 karena kami yakin acara tersebut bisa memicu trasaksi NARKOBA dan Aksi pronografi, bilamana harapan kami ini tidak di indahkan kami akan menggelar aksi besar – besaran,”Pungkasnya. RIL/ NSR

Please rate this

Recommended For You

error: