Nanan Pimpin Langsung Pembagian Sembako di Lubuklinggau No ratings yet.

Walikota Lubukinggau, H SN Prana Putra Sohe pimpin langsung pembagian sembako di Kota Lubuklinggau.  Sembako dari Pemkot Lubuklinggau tersebut, tekhnis pembagiannya juga melibatkan personil penegak hukum yang dikoordinir oleh Dandim 0406 MLM dan Kapolres Lubuklinggau.

Orang nomor satu dibumi sebiduk semare itu mengatakan, paket Sembako yang dibagikan itu berupa 20 Kg beras, 1 karpet telur, 1 dus mie instan, minyak goreng 3 Kg, 1 Kg gula, 1 Kg ikan asin dan vitamin 1 tablet untuk 23 ribu Kartu Keluarga (KK).

 

Dandim 0406 MLM yang ditunjuk Tim Gugus Tugas sebagai koordinator pendistribusian Sembako menjelaskan, untuk kelancaran pennyaluran Sembako tersebut nantinya dua Ketua Rukun Tetangga (RT) akan dikawal satu aparat penegak hukum.

“Pembagianya langsung door to door, jadi warga tidak usah keluar rumah, cukup kami yang datang membagikan Sembako ke rumah mereka,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Lubuklinggau, AH Ritonga menjelaskan, jadwal pembagian Sembako mulai dilaksanakan, Sabtu (18/04/2020)) untuk Kecamatan Lubuklinggau Barat l dan II.

Selanjutnya, Minggu (19/4/2020) di wilayah  Kecamatan Lubuklinggau Utara I dan ll.

“Senin (20/4/2020) kita off, untuk mengevaluasi. Kemudian Selasa (21/4/2020) di Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan II, dan terakhir Rabu (22/4/2020) di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan II,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, pembagian Sembako tahap awal ada 23 ribu paket. Sumber data dari Data Terpadu kesejahteraan Sosial (DTKS), ditambah data dari Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta dari Dinas Ketenagakerjaan.

Untuk data dari DTKS sebanyak 18.813, ditambah data dari Dishub untuk tukang ojek pangkalan dan tukang ojek online serta data dari Disdagrin, seperti; pedagang sayur dan PKL serta data dari Disnaker untuk warga yang di PHK, dengan total keseluruhan lebih kurang 23 ribu.

“Tahap awal ini dananya bersumber dari APBD Pemkot Lubuklinggau, dan sudah siap tinggal didistribusikan saja,” ujarnya.

Terkait dengan pengumpulan Kartu Keluarga (KK) yang mereka kumpulkan sebelumnya, Kadinsos mengatakan,  jika hal itu merupakan pendataan warga miskin baru yang terkena dampak Covid-19 untuk diusulkan ke Pemprov. Terdata 24 ribu KK, dan sudah diusulkan ke Pemprov.

 “Untuk yang ini sabar, tunggu dari Pemprov, karena sumber dananya dari APBD Pemprov Sumsel,” pungkasnya. ADV/FAB

Please rate this

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: