Menjawab Keraguan Publik Tentang Kekuatan Kotak Suara Kardus No ratings yet.

*Komisioner KPU Sumsel Menguji dengan Menduduki Kotak Suara Berbahan Kardus

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Saat ini publik dihebohkan dengan cerita seputar kotak suara yang terbuat dari bahan karton kedap air, atau lebih dikenal dengan istilah kardus.

Menurut Komisioner KPU Provinsi Sumatera Selatan Divisi program dan data, Hendri Almawijaya mengatakan kardus yang dimaksud adalah bukanlah kardus mie atau kardus yang kita ketahui.

Kotak suara yang berbahan karton kedap air atau kardus adalah benda yang dapat menampung sejumlah surat suara dan tahan dengan beban lebih dari 100 kg.

Kotak suara berbahan kardus ini telah di uji penggunaannya pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang dilakukan pada tahun tahun sebelumnya. Jadi kekuatan dan ketahanan serta kualitasnya terjamin. Sangat berbeda dengan yang dipersepsi kan kepada publik yang menganggap bahwa kotak suara pemilu 2019 sama dengan kardus diluar sana.

“Saya sendiri sudah menguji kekuatan kotak suara dari kardus tersebut, dengan coba mendudukinya, namun memang ternyata kuat kotak suara tersebut tidak rusak,” terang Hendri

Ditambahkannya, Kekuatan kardus ini mampu melindungi dari percikan air, dan dapat menjaga surat suara di dalamnya. “Lain halnya bila direndam dengan air, maka apa bila kotak suara almunium sekalipun bila di dalamnya ada surat suara, dan direndam maka dipastikan surat suara didalamnya akan hancur meski kotaknya tidak hancur, berbeda dengan bahan kardus ketelitian menjaga kotak bagian luar sama dengan ketelitian untuk menjaga isinya,” jelasnya.

Masih kata Hendri, berdasarkan pengalaman pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah tidak dijumpai adanya laporan tentang kecurangan atau gagalnya pelaksanaan pemilu akibat kotak suara berbahan kardus ini. Hal ini membuktikan kotak suara berbahan kardus cukup efektif digunakan sebagai logistik pemilu 2019.

Di samping harga nya yang jauh lebih murah kotak suara ini praktis digunakan dan merupakan bahan habis pakai, jika dibandingkan dengan bahan almunium atau bahan lainya. Dari sisi anggaran bahan karton atau kardus harga nya jauh lebih murah dibandingkan dengan kota suara berbahan lain. Karton atau kardus tidak memerlukan perawatan sebagaimana bahan lainya. Mari kita berhitung dari sisi penghematan anggaran.

Dijelaskanya dari segi perbandingan harga bahan karton dengan almunium. Bahan kardus. Harganya Rp. 57.500 – 62.000. Biaya perawatan tidak ada. Dan tidak membutuhkan gudang penyimpanan. Sedangkan Bahan almunium, harganya Rp. 140.000 pada pemilu 2004 nilai sekarang diperkirakan Rp. 250.000. Biaya perawatan berkisar antara Rp. 20.000 – 30.000. Membutuhkan gudang Penyimpanan. Jika gudang tidak ada atau kapasitasnya perlu alokasi aggaran sewa atau membangun gudang yang tidak sedikit.

“Dapat disimpulkan Jauh lebih murah, dan lebih efektif dan ramah lingkungan,”simpulnya.

KPU itu pelaksana regulasi, proses penetapan kotak suara bukan dengan keputusan yang mendadak. Semua sudah melalui kajian dengar pendapat dengan berbagai pihak, dan memiliki dasar hukum yang jelas.

Perlu diketahui, logistik ini sudah mulai digunakan sejak tahun 2014, dan sudah juga digunakan pada pemilihan kepala daerah mulai dari pilgub, pilgub dan pilwako. Tak ada kendala ketika benda ini digunakan. Tak ada pula laporan yang menyebutkan kecurangan pilkada berawal dari kotak ini.

“Kami meyakini pelaksanaan pemilu 2019 akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebaiknya kita akhiri perdebatan yang tak penting. Yang terpenting adalah bagaimana kita bahu membahu menciptakan pemilu yang jujur bersih bebas dari praktek money politik, isu sara dan hoax,” pungkasnya. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: