Mendagri Jembatani Sengketa Aset Lubuklinggau dengan Musi Rawas No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Persoalan sengketa aset yang belum diserahkan Pemkab Musi Rawas ke Pemkot Lubuklinggau terus berlanjut bahkan sampai ke tingkat nasional.

Sebelumnya Pemkab Mura Mangkir dari undangan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, namun Besok (21/3) Kemendagri melalui Dirjen Otonomi Daetah (Otda) kembali memanggil Bupati Musi Rawas untuk pertemuan membahas sengketa aseet dengan Pemkot Lubuklinggau di fasilitasi Gubernur Sumatera Selatan.

Pertemuan yang akan dilakukan di Palembang, kamin (21/3) tidak lain membahas persoalan aset yang belum diserahkan Bupati Mura, Hendra Gunawan dengan Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe.

Diketahui sebelumnya, kemendagri telah memerintahkan Bupati Mura untuk melaksanakan perintah Undang-Undang nomor 7 tahun 2001 khususnya pasal 14 dan 15. Tentang oenyerahan aset kepada daerah otonomi baru.

Selanjutnya, Pemerintah Pusat perlu menyampaikan ketegasan sikap kepada Bupati Musi Rawas untuk melaksanakan kewajiban penyerahan aset. Hal ini sesuai dengan amanat pasal 67 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Lalu, perlu dilakuakan pemeriksaan khusus kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas terkait pengelolaan aset yang berada di wilayah Kota Lubuklinggau, pada triwulan kedua tahun anggaran 2019.

“Iya besok ada pertemuan antara pak wali dengan bupati Mura dihadiri Direktorat OTDA Kemendagri. intinya membahas 55 aset yang belum diserahkan,”tegas Kepala Badan Pengelolaan Kuangan dan Asset Lubuklinggau, Imam Senen.

Dikatakan, Imam, pertemuan tersebut akan membahas 55 aset yang belum diserahkan ke Lubuklinggau, tapi belum tahu besok hasilnya apa dan dalam bentuk apa.

“Belum tahu,tapi kalau sesuai aturan, harusnya 55 aset itu diserahkan,”ujarnya.

Pemkab Mura dibawah kepemimpinan Hendra Gunawan diharapkan tidak mengulangi kesalahan yang sama oleh Bupati sebelumnya yang tidak mau menyerahkan asset ke Kota Lubuklinggau, karena sudah jelas mengangkangi UU nomor 7 tahun 2001. Ril/ NSR

Please rate this

Recommended For You

error: