Meftha: Kegiatan “Berkah”Stop Karena Mencuat No ratings yet.

MUSIRAWAS, Panjinews.com – Kegiatan Berkah yang semula bertujuan guna penyelarasan elektabilitas Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam pembangunan desa, meningkatkan dalam pengunaan dana desa dan untuk pembinaan serta pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Kini tidak dilaksanakan lagi.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Musi Rawas, Meftha Joni yang saat ini menjabat sebagai Kepala dinas Disnaker dan Transmigrasi, Kamis (11/7) yang lalu saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya, ketika ditanya kapan lagi terkait dirinya dipanggil pihak kejaksaan, dirinya menjawab urusan itu sudah selesai.

Dijelaskan, mantan Kepala Dinas PMD ini, untuk kegiatan berkah itu baru terlaksana di dua kecamatan, yakni sumberharta dan tugumulyo masih ada sisa 12 kecamatan lagi, namun mengingat kegiatan ini dipermasalahkan dan mencuat, maka pihak kecamatan yang belum melaksanakan dipastikan tidak akan mengadakan kegiatan tersebut.

“Seperti berkah itukan, kan jelas berkah itu dianggarkan dua juta, itu yang mengelola itu antar desa, mereka buat panitia kecamatan, mereka lah yang mengelola. Inikan mungkin terpeleset, karena camat tugumulyo ngomong perintah PMD, nah itu yang terpeleset pertamo itukan. Nah sekarang ini karena kejadian ini, desa-desa dak berani nak ngadokan lagi. Itu baru dua kecamatan yang melaksanakan Tugumulyo dan Sumberharta, masih ada 12 kecamatan lagi yang belum melaksanakan. Karena takut ini tadi, jadi anggaran berkah ini di silpakan saja,” katanya

Lanjut, Meftha Joni, dana desa itu sudah ada prime nya, memang boleh untuk peningkatan dan pelatihan kapasitas, namun tidak diperbolehkan untuk perangkat desa, tapi kalau untuk pengembangan masyarakat, seperti bumdes atau karang taruna itu boleh.

“Padahal, kepanitian itu desa yang bentuk dan duet itu untuk transport, makan, snack mereka, sound system untuk tenda, jadi disitulah lengkap. Jadi ketika ada mainset seolah-olah dua juta dikali jumlah desa dan Pmd yang mengelola, nah itu mungkin yang mis persepsi. Makanya waktu ada statment atas perintah Pmd, sebenarnya kami hanya mendampingi saja,” tutup Meftha Joni. TIM

Please rate this

Recommended For You

error: