‘Masyarakat Resah’ Galian C Sebabkan Air Sungai Rawas Kian Keruh No ratings yet.

MURATARA, Panjinews.com – Belakangan ini Praktik Galian C yang diduga ilegal kian marak dan sangat meresahkan masayrakat Musi Rawas Utara (Muratara), Hal itu  diungkapkan aktivis Muda Muratara, Arieo Pandiko BK, ia menyayangkan bila ada praktek Galian C Ilegal di kabupaten Muratara, dan pihak nya sudah mempertanyakan perihal ini  kepada Dinas Perizinan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), karena di sinyalir kuat bahwa Galian C yang bergerak di Sungai Rawas Muratara tidak mengantongi surat Izin.

Dikatakanya, Jikapun ada Surat Izin ia juga meminta data Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). apa yang menjadi dasar dikeluarakan Surat Izin Praktik galian C tersebut dan apa bila dinilai menjadi tambahan pendapatan Retrebusi, jika demikian berarti Pemerintah sama saja melegalkan Kegiatan Galian C yang di sinyalir tidak memliki surat izin.

Berdasarkan Hasil dari pantauan dan Investigasi pihaknya bahwa kurang lebih ada 7 titik praktek Galian C di wilayah Kab Muratara, letak nya ada di Desa Karang Anyar, desa Lubuk kemang, desa Remban, Surulangun Rawas dan di hulu Muara Rupit, ini beberapa temuan sejauh yang di telusuri pihaknya disepanjang perairan Sungai Rawas.

“Akibat dari kegiatan Galian C ini relatif dapat merusak benteng alam dan menyisikan tebing curam, kemudian mengganggu estitika sungai, juga membahayakan lingkungan dan warga setempat,” terangnya.

Lebih lanjut, Ario menegaskan Aktivitas Galian C ini selain merusak sungai serta dapat menimbulkan kerusakan lingkungan ekologis yang cukup signifikan. Dan aktivitas galian C ini tentu tidak bisa di biarkan.

Hal senada diungkapkan Ketua Forum Pemuda Peduli Lingkungan Muratara, Amiran Tobing mengatakan, Aktivitas Galian C ini sebenarnya sudah beberapa bulan terakhir sangat memprihatinkan, setiap kegiatan Galian C berlangsung, sangat berdampak pada kualitas Air sungai Rawas yang kian keruh seperti air cokelat, padahal semula nya jernih.

“Ini yang membuat kita dan masyarakat resah. Apalagi pasokan air Bersih mulai krisis di musim kemarau, karena masyarakat banyak yang melakukan aktivitas MCK, bahkan ada yang mengkonsumsi air sungai rawas untuk minum. Tentu dalam hal ini kami kuhatir akan kesehatan masyarakat bila mengkonsumsi air keruh ini,” paparnya.

Ia berharap pemerintah kab. Muratara dan DPRD harus mengambil tindakan tegas terkait Galian C, karena diduga kuat tidak memiliki Surat Izin Pertambangan Daerah (SIPD),  Maka dari itu pihaknya meminta agar galian C di kab Muaratra ini di hentikan.

Sementara itu, kepala Dinas Penanaman Modal, pelayanan terpadu satu pintu dan tenaga kerja. Irawan mengatakan pihaknya bingung mau menjelaskanya bagaimana. “Pada dasarnya terkait izin Galian C ini ialah wewenang pemerintah provinsi, berdasarkan UU no 23 tahun 2014,” singkatnya

Sedangkan, Sekretarsi Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Abdul Kadir saat ditanya terkait aktivitas galian c ini menjawab, meski Surat Izin  di keluarkan dari Provinsi tetapi yang terkena dampaknya kan masyarakat di daerah, dan pihaknya akan segera memonitoring pratek-partek Galian C yang ada di Wilayah Kab. Muratara dalam waktu dekat. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: