Masih Banyak Janji tak Terealisasi, Jangan Sampai Musi Rawas Sempurna Hanya Sebatas Slogan No ratings yet.

MUSIRAWAS, Panjinews.com – Tahun 2020 tinggal menghitung hari lagi, dan di tahun 2020 ini juga kontestasi politik di berbagai daerah akan di laksanakan. Tak terkecuali di kabupaten Musi Rawas, karena mengingat tinggal beberapa waktu lagi akan di adakan nya pemilihan banyak kandidat yg berasal dari petahana atau incumbent seperti melupakan tugas dan kewajiban yang di emban nya saat ini demi memikirkan strategi-strategi untuk pemilihan yang akan di hadapi.

Ketua umum Himpunan mahasiswa Islam melalui bidang PTKP ganda pardana mengatakan terkhusus di Musi Rawas masih banyak program-program atau janji-jani pada tahun 2014 kemarin hingga hari ini belum terealisasi. Seharus nya jangan menambah janji-janji baru untuk Pilkada 2020 ini jika janji-janji pada periode sebelum nya masih banyak yang belum terealisasi.

“Mengusung konsep Musi Rawas sempurna, konsep ini seakan hanya seperti simbol atau jargon saja. Masih belum terlihat maksud dari konsep sempurna yg di gaungkan awal-awal terpilih dulu oleh Bupati dan wakil Bupati Musi Rawas ini. Ingin menjadikan Musi Rawas sejahtera, mandiri, produktif, relegius. Mura menjadi kabupaten nyaman dan aman bagi siapapun juga seperti nya masih banyak yang kontradiktif hingga hari ini,” terangnya.

Sejahtera yang di inginkan sampai hari inipun belum terealisasi karena indeks kemiskinan pada masyarakat kabupaten ini masih cukup besar di karenakan indikator insfratruktur yg belum memadai seperti jalan dan sebagai nya.
Aman dan nyaman pun seperti nya masih jauh dari harapan, karena masih banyak terjadi nya kasus-kasus pencurian, begal dan sebagai nya di kabupaten ini. Sehingga banyak para wisatawan atau pengunjung masih berfikir beberapa kali untuk datang ke Musi Rawas.

“Jangan melaksanakan program yg bersifat ceromonial saja, masyarakat tidak perlu dengan hal seperti itu. Berikan program yg memang itu dapat dirasakan masyarakat terkhusus untuk mensejahterakan masyarakat. Jangan sampai anggaran yg ada dihabiskan hanya untuk program-program yang tidak ada manfaat nya,” tegasnya.

Karena berbicara tentang pembangunan, kemiskinan, kesejahteraan masyarakat daerah di dalam hotel berbintang itu adalah sesuatu yang paradoks. Sebaik nya bupati dan wakil bupati selesaikan dulu pekerjaan rumah saat ini dan jangan terlalu fokus untuk memikirkan pilkada yang akan datang.

“jangan sampai di periode ini masih banyak meninggalkan janji-janji yang belum di tepati dan ingin menambah janji-janji yang baru untuk menghadapi pilkada 2020 ini,” pungkasnya. RIL/ NSR

Please rate this

Recommended For You

error: