Kontraktor Proyek Siluman Di Kelurahan Muara Enim “Bungkam” No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Sempat ditolak sebagian warga sekitar, Kontraktor proyek ‘siluman’ di Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau. Bungkam saat dikonfirmasi wartawan via seluler.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan, proyek peningkatan jalan di kelurahan Muara Enim meski hampir rampung ternyata masih tidak ditemukan Papan Merk (yang bisa dikategorikan proyek siluman karena tidak memiliki identitas papan proyek).

Sedangkan menurut data LPSE kota Lubuklinggau http://lpse.lubuklinggaukota.go.id/eproc4/lelang/2321195/pengumumanlelang proyek tersebut dikerjakan oleh CV Mitra Karya Prakarsa dengan nilai anggaran sebesar 1 miliar ini sempat ditolak warga dengan cara memortal jalan debgan maksud mengehentikan pekerjaan lantaran aspirasi warga tidak di akomodir, dan proyek diduga tidak sesuai perencanaan dan harapan warga.

Sebelumnya dibeberapa pemberitaan yang telah tayang, salah seorang warga, yang enggan disebutkan namanya saat dibincangi wartawan mengatakan dirinya dan ibu-ibu dikompleks perumahan griya bumi lematang enim khusunya di blok A dan B bagian depan sepakat menutup portal dengan maksud untuk menghentikan mobil molen yang akan bekerja membangun jalan. Pasalnya ibu-ibu kecewa lantaran jalan yang berada didepan rumah mereka, yang sering dilalui mobil molen tidak termasuk dalam agenda pembangunan jalan.

“Kita hanya minta diakomodir dan di prioritaskan terlebih dahulu pembangunan jalan sentral agar bisa tembus hingga kedepan ke jalan aspal, tapi nyatanya pembangunan dibelakang malah lebih memprioritaskan jalan lorong (Blok-Blok),” tegasnya.

Menurut pengamat kebijakan pemerintah, sekaligus pemuda kota Lubuklinggau, Febri HR mengungkapkan perlu diketahui, papan proyek diharuskan terdapat pada lokasi pekerjaan, karena merupakan kewajiban sesuai dengan Kepres No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sehingga masyarakat akan mudah melakukan pengawasan terhadap proyek yang sedang dikerjakan.

Setiap pekerjaan proyek yang tidak menggunakan plang papan nama proyek patut dicurigai dan diduga bermasalah, dan dengan tidak adanya plang nama proyek membuat masyarakat sulit untuk mengawasi pekerjaan tersebut yang tujuannya sebagai bentuk peran serta masyarakat dalam pengawasan uang negara agar tidak salah dipergunakan.

Dengan adanya plang papan proyek setidaknya kontraktor juga ikut menjalankan peraturan Undang Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dalam hal ini, CV Mitra Karya Prakarsa telah mengangkangi atau melanggar peraturan yang telah berlaku. (Tim)

Please rate this

Recommended For You

error: