Kepsek: Tidak Tahu Adanya Ativitas Gereja No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Dugaan adanya aktivitas gereja terselubung dibalik Sekolah kasih yobel yang beralamat di Jl. A. Yani RT. 02 Kel. Megang Kec. Lubuklinggau Utara II. Kota Lubuk Linggau, Sumatera selatan, ternyata disangkal oleh pihak sekolah.

Kepala sekolah (Kepsek) kasih yobel, Fitri Ester. A Pasaribu, ditemui diruangan kerjanya didampingi salah seorang guru, Jemi Yori mengatakan kalau soal gereja itu pihaknya tidak tahu sama sekali. Karena aktivitas sekolah kan full day, senin hingga jum’at maka sabtu dan minggu tidak ada kegiatan lagi, bahkan pintu dikunci ketika tidak ada aktivitas sekolah.

Ruangan Aula yang terletak didalam sekolah kasih yobel, yang sempat diduga kuat sebagai tempat terlaksananya aktivitas peribadatan (seperti gereja), Jum’at (26/7)

“Kami ini hanya lembaga sekolah yang berbadan hukum. Kami tidak tau sangkut paut mengenai gereja, kalau sampe ada isu masyarakat adanya gereja, itu diluar tanggung jawab kami, aktivitas kami senin sampai jum’at itu sekolah, setahu kita sabtu dan minggu itu tidak ada kegiatan,” Kata Kepala Sekolah Dasar (SD) kasih yobel, jum’at (26/7)

Hal senada diungkapkan, Jemi Yori ketika ditanya apakah mengetahui soal adanya keberadaan gereja dilingkungan sekolah yang ia kelola, ia menjawab pihaknya tidak tahu.

“Kami ini sekolah untuk jenjang tk dan sd terkait adanya pemberitaan mengenai adanya penolakan adanya gereja, kami tidak tahu menau tentang itu yang kita tahu hanya kegiatan sekolah saja. Secara organisasi juga kita pihak sekolah tidak berhak menyelenggarakan kegiatan beribadah, karena beribadah itu yang berhak menyelenggarakanya yaitu gereja. Tapi kalau kegiatan pembelajaran agama, seperti keimanan dan karekter, sesuai kurikulum tentang keimanan itu memang ada,” jelasnya.

Masih kata sang guru, ketika ditanya apakah apa ada donatur lain selain yayasan yang mengelola aula (gedung yang dicurigai adanya aktivitas gereja) tersebut, jemi menjawab. “Wah kalo soal itu saya gak tau Mas. Saya taunya cuma ngajar,” singkatnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Aliansi mahasiswa dan pemuda lubuklinggau (AMPL), mengendus adanya dugaan praktik aktivitas peribadatan gereja yang berkedok sekolah di  Sekolah Kasih Yobel Lubuklinggau, Jl. A. Yani RT. 02 Kel. Megang Kec. Lubuklinggau Utara II. Kota Lubuk Linggau, Sumatera selatan. Hal itu diungkapkan Ketua AMPL, Angga Juli Nastionsyah kepada wartawan, dikatakannya indikasi tersebut menguat setelah pihaknya turun kelapangan untuk mencari kebenaran akan adanya aktivitas gereja terselubung tersebut.

“Melalui investigasi kita kelapangan, dan menurut pengakuan warga yang enggan disebutkan identitasnya, memang kerap ramai ketika hari sabtu dan minggu, seperti ada aktivitas berdoa (menurut ajaran kristen), sedangkan kita ketahui dibalik gedung tersebut hanyalah yayasan sekolah,” Kata Angga sembari menceritakan hasil investigasinya.

Lanjut, Angga, bila memang benar ada aktivitas gereja terselubung, berarti ini sudah melanggar Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 Tahun 2006 dan No. 8 Tahun 2006, karena sudah diatur didalam perundang-undangan tersebut, untuk mendirikan rumah peribadatan. Karena harus didukung oleh masyarakat sekitar dan disahkan oleh pemerintah setempat, Selain itu mekanisme pendirian gereja harus lah sah. Tidak boleh terselubung berkedok sekolah seperti ini, IMB nya harus ada sesuai peruntukan kalau sekolah ya IMB sekolah, lain halnya dengan IMB rumah ibadah. Begitupun dengan rekomendasi dari kemenag dan FKUB semua harus terpenuhi. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: