Kedapatan Bawa Sekoper Obat Ilegal WNA China Diamankan di Bandara Silampari No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Seorang warga negara asing (WNA) asal  China bernama Peng Changfu (40) ditangkap Petugas Polres Lubuklinggau, lantaran kedapatan membawa ribuan jenis obat dan alat kesehatan ilegal di Bandara Silampari, Selasa (15/1) pagi.

“Bahwa obat ini tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), terkait masalah kriteria penggunaan obat, peredaran obat, uji edar dan sebagaianya,”kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Waka Polres Kompol Zulkarnain, saat press rilis.

Dijelaskan Kompol Zurkanain, ini diamankan sebab ada kerawanan-kerawanan terutama masalah kesehatan. Sebab dikatakan ia sesuai dengan Undang-undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009, jika pihaknya biarkan obat-obatan ini beredar bisa membahayakan masyarakat.

Diteruskannya untuk pengedarnya sendiri, ini kebetulan Warga Negara Asing, yang izinnya sebagai pengunjung, sebab itu Polres akan berkordinasi dengan Pihak Imigrasi terkait masalah izin dari WNI atas nama Peng Changfu bagaimana.

“Setahu saya tidak boleh orang izin sebagai pengunjung berdagang apalagi sampai mengobati,”tegasnya.

Oleh karena itu dikatakan Kompol Zulkarnain, apakah WNI ini akan dikembalikan pihaknya akan berkordinasi dengan pihak Imigrasi, kemudian untuk obat-obatan ini mau diapain.

Tentunya diungkapkannya pihak Polres memperlukan proses dari saksi Ahli dalam hal tersebut yakni Badan Pengawas Obat (BPOM), bahwa obat ini akan di cek lagi kandungannya oleh saksi ahli, apakah obat-obatan tersebut mengandung unsur pidana.

“Ya kalau memang ada tindak pidananya, sesuai dengan pidana Undang-undang kesehatan akan kita Proses, dan kalau memang tidak ada, akan kita musnakan saja karena dianggap membahayakan,”tegasnya

Ditambah Kompol Zulkarnain penangkapan sendiri berawal WNI tersebut akan berangkat ke Jakarta dari Bandara Silampari dan membawa obat-obatan yang dimasukan kedalam tas cobe, namun terdeteksi oleh alat detektor bandara.

Setelah diperiksa oleh petugas, WNi tersebut tidak bisa menunjukan surat dan dokumen obat-obatan tersebut, Jumlah obat-obatan sendiri berjumlah ribuan butir, berdasarkan pengamatan dikatakan Waka Polres sepertinya obat tersebut adalah obat herbal.

“Pelaku sendiri baru pertama dan kita akan kordinasi dengan balai POM, dan pengakuannya WNI tersebut obatan berasal dari cina,”tutupnya.

Sementara Kepala BPOM Kota Lubuklinggau Afdil Kurnia mengatakan ini merepakan termasuk golongan obat tradisional dan herbal, akan tetapi ia tidak tahu apakah ini obat dicampur dengan  bahan kimia berbahaya, dan pihaknya terlebih dahulu akan melakukan uji Laboratorium terlebih dahulu.

“Dari hasil pemeriksaan awal obat-obatan ini tidak memiliki identitas yang jelas, dan tidak terdaftar artinya obatan ini semuanya ilegal,”tutupnya. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: