Kades Belani Laporkan Oknum Yang Fitnah Dirinya No ratings yet.

Muratara, Panjinews.com – Kepala desa (Kades) Belani, Syuaib melaporkan aksi demo Warga Desa Belani yang mengatasnamakan Forum Pemuda Belani Bersatu (PBB) ke Polres Kota Lubuklinggau, Rabu (27/2). Hal itu terjadi dikarenakan menurut dirinya, aksi warga ke Kantor Kejari Lubuklinggau kemarin (26/2) dengan tuntunan mendesak pihak Kejari mengusut dana hibah besi bekas asal PT. SRMD seberat 1000 ton, tidak memiliki bukti yang kuat dan mencemarkan nama baiknya.

Menurut Syuaib di dampingi kuasa hukumnya, Gabriel H Fuady, S.h. saat dibincangi wartawan mengatakan laporan pihaknya telah masuk ke Polres Kota Lubuklinggau, dengan nomor laporan TBL/ -42/ II/ 2019/ SUMSEL/ RES LLG. Terkait tuduhan tidak berdasarkan bukti yang valid, serta perbuatan mencemarkan nama baik di muka umum. Yang berdampak pada munculnya opini yang tidak baik tentang klienya dihadapan publik serta akan berdampak negatif bagi nama baik keluarga dan kariernya.

“Aksi demo kemarin sangat menyudutkan klien saya selaku Kades. Mereka menuduh klien saya melakukan penggelapan uang dana hibah besi bekas PT. Seleraya merangin dua (SRMD), dan tudingan lainnya yang dianggap menghambat pembangunan di Desa Belani,” katanya.

Dijelaskan Gabriel, tuduhan mereka tidak berdasarkan bukti yang jelas sumber kebenaranya, seolah-olah klienya adalah penjahat dan koruptor. Data yang mereka serahkan ke kejari itu tidak benar, ini merupakan pembunuhan karakter bagi kades Belani.

“Tidak benar ada surat hibah dari PT. SRMD kepada masyarakat desa Belani. Itu dapat saya buktikan dengan laporan manager PT. SRMD, Denny Sukma Putra yang telah lama melaporkan pemalsuan tandatangan dirinya yang dipalsukan dalam surat hibah tersebut ke Polsek Rawas Ilir dengan nomor laporan STPL/40/VIII/2018/SUMSEL/ MURA/ SEK RWI. Saya yakin ada aktor intelektual yang ingin menjatuhkan klienya sebagai Kades,” tegasnya.

Sementara hasil penulusuran wartawan terhadap laporan Sdr. Denny Sukma Putra Nomor : STPL/40/VIII/2018/SUMSEL/MURA/SEK RWI ke Polsek Rawas Ilir dibenarkan oleh Kapolsek Rawas Ilir Iptu Afrinaldi.

“Benar laporan dari Sdr. Denny Sukma Putra sudah kita terima, berkasnya sudah kita periksa sekarang masuk tahap penyelidikan,” ujar Kapolsek.

Lanjutnya, laporan tersebut masuk tahun 2018. Dalam laporan tersebut menegaskan bahwa pelapor tidak pernah mengeluarkan surat hibah yang ditanda tanganinya. Seperti yang beredar saat ini.

“Berkasnya sudah kita pelajari. Pelapor, Denny sudah kita mintai keterangan dan BAP nya sudah kita ambil,” terang kapolsek berpangkat balok dua ini.

Namun, ada satu saksi lagi yang belum dimintai keterangan, yakni Ishaq yang memiliki foto surat yang diterbitkan atau yang diduga palsu tadi.

“Sekarang kita sedang membuat surat panggilan kepada Sdr. Ishak untuk diambil keteranganya, jika keterangan atau berkas BAP nya sudah lengkap segera masuk ke penyidikan,” tukasnya. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: