Jangan Jual Harga Diri Dengan Money Politic No ratings yet.

GMNI Ajak Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas

LUBUKLINGGAU, PanjiNews.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) cabang Lubuklinggau, Rabu (31/1) mengadakan aksi terkait pesta pemilihan kepala daerah (pilkada) juni 2018 mendatang.

Aksi tersebut ditujukan untuk mengajak masyarakat menjadi pemilih cerdas dalam pilkada mendatang. “Jangan sampai gara-gara pilkada kita jadi terpecah belah, karena beda pilihan dan berbeda pendapat,” ujar Ketua Cabang GmnI Lubuklinggau, Rikek.

Dalam orasi, pihaknya menekankan, agar masyarakat tidak menjual harga diri dengan money politic. “Uang tidaklah seberapa namun kita rela menjual hak pilih kita kepada sipemodal, saya turun kejalan untuk mengugah rasa kesadaran masyarakat kalau pemilukada adalah ajang pencarian calon pemimpin 5 tahun kedepan, bukan sebagai ajang jual hak pilih untuk mendapatkan uang,” tegasnya.

Selain menyerukan ajakan GmnI juga membagikan selebaran maklumat akan point-point yang menjadi penekanan serta ajakan kepada masyarakat. Selebaran tersebut dibagikan kepada pengguna jalan, dengan harapan dapat dimaknai dan diaplikasikan, untuk mewujudkan pilkada sukses dan bersih dari money politik dan perpecahan.

Ia menambahkan ada 4 penekanan yang GmnI suarakan kepada masyarakat. Pertama menghimbau seluruh masyarakat khususnya warga kota Lubuklinggau untuk berpartisipasi dalam pilkada serentak 2018. Meminta pihak penyelenggara untuk menyelenggarakan pilkada sesuai dengan Asas pemilu yaitu Luber dan Jurdil. Mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi pemilih cerdas sehingga tercapai pemilu berkualitas. Dan menolak money politic dan Isu SARA agar pilkada di Kota Lubuklinggau menjadi pemilu yang berkompeten dan berintegritas.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Sarinah (sebutan untuk kader perempuan), Okta Darsi didampingi sarinah Diah  menuturkan kalau pihaknya selaku kaum perempuan menghimbau untuk para kaum hawa di Lubuklinggau untuk ikut menjauhi juga praktek pilkada yang tidak sehat.

“Kalau ada temuan terkait pelanggaran pilkada kaum hawa pun dituntut proaktif untuk mengawasi dan melaporkan, karena kami siap menjadi advokasi untuk pengawalan pemilukada yang sehat,” tutupnya. RED

Please rate this

Recommended For You

error: