Honorer K2 Minta Gaji UMK Untuk Kesejahteraan No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Forum Honorer kategori dua (FHK2) tak henti-hentinya menuntut untuk kesejahteraannya, itu dikarenakan gaji mereka sebagai honorer jauh dibawah standar dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, hal itu diungkapkan ketua FHK2 Lubuklinggau, Jaka Sanjaya saat dikonfirmasi wartawan via telpon seluler, senin (8/10).

Menurut jaka, pada pekan lalu ia juga ikut turun dalam aksi damai memperingati hari guru sedunia yang digelar di Pemerintah provinsi (pemprov) sumatera selatan, dan tuntutan pihaknya juga sama yakni tentang kesejahteraan dan penundaan tes CPNSD.

“Kita satu komando dari pusat hingga kedaerah, fhk2 menuntut untuk ditundanya CPNSD, dengan alasan prioritaskan terlebih dahulu honorer khusunya K2, serta peningkatan kesejahteraan melalui gaji setara upah minimum kota (Umk). Kalau kita dikota Lubuklinggau umk nya berkisar 2,7 juta,” jelasnya saat dikonfirmasi

Jaka menambahkan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kota (pemkot) Lubuklinggau tentang tuntutan mereka.

“Alhamdulilah respon walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe sangat baik dalam momentum tersebut, yakni Nanan (sapaan akrab walikota Lubuklinggau) akan berupaya tahun depan meningkatkan gaji honorer k2 setara umk, namun juknisnya masih dipelajari pemkot, mungkin pemkot juga akan studi banding dalam waktu dekat ke provinsi tetangga seperti jambi dan bengkulu yang terlebih dahulu sudah menerapkannya,” papar jaka.

Untuk itu, ia berharap agar tersebut dapat segera terealisasi, karena ia selaku ketua fhk2 yang juga berstatus sebagai honorer sangat tau betapa sulitnya memenuhi kebutuhan dengan gaji honorer yang hanya rata-rata Rp.300.000 perbulan.

“Honorer yang tergabung didalam fhk2 tercatat di BKPSDM sebanyak 172 orang sedangkan yang terdaftar sebagai pengurus kita sebanyak 159 orang, dan semuanya memiliki rata-rata masa kerja 10 tahun lebih mengabdi sebagai guru,” tukasnya. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: