Harga Kedelai Melambung Tinggi, Awalnya Rp3500 Kini Rp10 Ribu Perkilo 5/5 (1)

EMPATLAWANG, PJ – Harga komoditas kedelai terus melambung tinggi membuat penjual susu kedelai mulai merasakan dampaknya.

Nani Hanafia (68), salah satu penjual susu kedelai keliling, mengatakan bila kebanyakan pelanggannya adalah Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di lingkungan pemkab Empat Lawang. Namun terjadinya kenaikan harga kedelai, tingkat penjualan mengalami penyusutan.

“Yang biasa belanja di sini sehari-harinya tks di lingkungan pemkab Empat Lawang. Jumlahnya lumayan banyak juga. Tapi sejak kedelai naik jadi kami menaikkan harga namun yang beli jadi berkurang,” ujar Nani saat ditemui di lingkungan Pemkab Empat Lawang, kamis(28/1/2021).

Menurut laki-laki yang kesehariannya penjual susu kedelai keliling itu, harga kedelai di pasar saat ini sudah mengalami kenaikan yang dulunya Rp.3.500 per-kg menjadi Rp 10.000 per-kg.

“Kenaikan harga kedelai itu cukup memukul usaha kami, karena kedelai merupakan bahan baku susu kedelai, sehingga usaha kami pun merosot drastis. Dulu, saya mampu menjual 500 bungkus susu kedelai perharinya, tapi sekarang hanya mampu menjual 100 bungkus perharinya” katanya.

Selain itu, katanya, dirinya juga menghadapi kendala dari sisi konsumen. “Pelanggan saya itu cepat memutuskan langganan bila harga dinaikkan, namun apa boleh buat inilah solusi yang kami tempuh katanya,

Lanjut nani, kami lebih memilih menaikkan harga ketimbang membuat kemasan kecil atau mengurangi citarasa susu kedelai kami.

“Menjaga kualitas susu kedelai kami adalah hal yang paling penting, kan kasihan yang beli ada yang langganan suda bertahun-tahun juga, sayang kalau kualitas susu kedelai kita dikurangi dan ukurannya di perkecil nanti mereka kecewa.” pungkasnya. OMTA/FAB

Please rate this

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: