Generasi Milenial Memaknai Pahlawan Sebagai Inspirasi No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Pahlawan dan jasanya sudah sepatutnya dijadikan tonggak untuk menjadi semangat pemuda untuk terus berjuang menjadi inspirasi perubahan dan pembaharuan bangsa indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

Karena perjuangan pahlawan untuk memerdekakan Indonesia bukan hanya untuk sebatas merdeka saja. Tetapi membuat pemuda harusnya lebih berpikir lagi untuk mempertahankan kemerdekaannya dengan persoalan-persoalan bangsa pada saat ini.

Salah satu tokoh muda kota Lubuklinggau yang juga aktif dalam organisasi BEM STKIP-PGRI Lubuklinggau, Endi Kesuma berpendapat di era mileneal seperti saat ini, pahlawan milenial ialah pemuda yang mampu berkreasi, berinovasi untuk bangsa dan negara dalam konteks untuk memperkokoh NKRI dan membawa bangsa Indonesia jauh lebih baik. Sehingga cita-cita para pahlawan terdahulu untuk tercapainya Indonesia yang merdeka tetap terjaga. Karena saat ini di jumlah kaum mileneal cukup mendominasi penduduk indonesia, yakni sekitar 40 persen dari total semua penduduk indonesia.

Menurutnya, Kondisi ini, berbeda dengan generasi pemuda tahun 1980-an, yang terpanggil mengawal perkembangan demokrasi. Padahal, saat itu kebebasan dibatasi oleh pemeritahan Orde Baru.

Untuk itu, mahasiswa sebagai generasi milenial mengambil pelajaran dari pahlawan kemerdekaan. Pemuda menjadi harus mencontoh semangat pemuda yang mencetuskan sumpah pemuda pada tahun 1928. Pada saat Sumpah Pemuda, ada kelompok agama dan suku. Jadi, kalau ada orang yang mempertentangkan Pancasila dengan agama, maka pasti gagal, karena Pancasila sudah menjadi falsafah bangsa ini.

“Sumpah pemuda tonggak sejarah bangsa. Kesadaran berbangsa lahir. Dia mengkristal dari 5 prasyarat, yakni kemauan, sejarah, bahasa, adat istiadat dan pendidikan. Bayangkan, seandainya tak bisa mempertahankan Sumpah Pemuda, Pancasila dan NKRI,”ungkapnya.

Sehingga, dia meminta, mahasiswa sebagai generasi muda, untuk berkontribusi terhadap bangsa ini, menjaga Pancasila dan NKRI. “Nah kita harus menjaga itu. Bahwa kita bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa kita,” pungkasnya. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: