Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu Berjalan Lancar Meski Minim Partisipasi Parpol No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – KPU Menyayangkan Kurangnya Partisipasi Parpol Pada Rapat Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu, yang digelar oleh KPU Lubuklinggau, Senin (26/8) di Hotel Smart Lubuklinggau.

Pantauan wartawan dilapangan, kegiatan tersebut di hadiri, jajaran Sekretariat KPU Lubuklinggau, Ketua KPU Lubuklinggau, Topandri, didampingi empat komisioner lainnya. Tampak hadir Perwakilan Pemkot Lubuklinggau, Perwakilan Kodim 0406 MLM, Kapten Inf Hendri S, Kasat Binmas Polres Lubuklinggau AKP Hendri, Ketua Bawaslu Lubuklinggau, Mursydi, dan hanya ada beberapa perwakilan Parpol.

Komisioner KPU Lubuklinggau Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Andri Affandi menyayangkan minimnya perwakilan Parpol yang hadir.

“Evaluasi ini kan untuk pembelajaran bersama seluruh stakeholder terkait guna Pemilu yang akan datang jadi lebih baik. Oleh karena itu, sebenarnya kami butuh banyak masukan dan saran terutama dari peserta Pemilu dalam hal ini Parpol,” tegas Andri

Andri menambahkan, hasil dari pertemuan evaluasi tersebut akan disampaikan langsung ke KPU RI  dalam daftar inventarisasi  masalah pemilu 2019 yang rencananya akan digelar 29 September 2019 mendatang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

“Rapat ini dalam rangka mengumpulkan aspirasi dari semua elemen untuk disampaikan ke KPU RI, sebagai acuan agar penyelenggaraan pemilu berikutnya bisa lebih baik,” terang Andri.

Disaat bersamaan, Ketua KPU Lubuklinggau, Topandri mengatakan, hasil positif yang diraih pada pemilu 2019 di Lubuklinggau berupa peningkatan partisipasi pemilih yang sangat membanggakan.

“Tingkat partisipasi pemilih pada pemilu serentak 2019 ditargetkan secara nasional yakni 77,5 persen. Nah kalau kami di Lubuklinggau partisipasi nya bisa lebih tinggi,” kata Topandri.

Disebutkan Topandri, di Lubuklinggau partisipasi pemilih untuk Pemilu 2019 kemarin sebesar 83,66 persen. Kesuksesan tersebut, lanjutnya, tidak lepas dari kerja divisi sosialisasi dan SDM yang gencar mengkampanyekan cerdas dan bijak dalam menggunakan hak pilih.

“Efektivitas dari sosialisasi pemilu yang sangat baik menyasar berbagai lini melibatkan berbagai kalangan termasuk juga media,” ujar Topandri.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Lubuklinggau, Mursydi mengatakan, bagi Bawaslu, sukses Pemilu bukan berarti tanpa cela, namun ada sejumlah catatan yang harus menjadi bahan evaluasi pada Pemilu mendatang.

Data invertarisir masalah yang menjadi catatan Bawaslu, ujar dia, diantaranya kekurangan pemahaman peserta Pemilu dalam pemasangan APK, terjadi pemasangan APK di tempat yang tidak diperkenankan dan penambahan titik pemasangan APK di luar tempat yang diperbolehkan.

“Selanjutnya terkait reklame billboard, sebagian wilayah penentuan zonasi pemasangan APK kurang koordinasi, serta ada aturan yang ambigu terkait materi kampanye di APK,” pungkasnya. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: