Diduga Ada Aktivitas Gereja Terselubung No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Aliansi mahasiswa dan pemuda lubuklinggau (AMPL), mengendus adanya dugaan praktik aktivitas peribadatan gereja yang berkedok sekolah di  Sekolah Kasih Yobel Lubuklinggau, Jl. A. Yani RT. 02 Kel. Megang Kec. Lubuklinggau Utara II. Kota Lubuk Linggau, Sumatera selatan. Hal itu diungkapkan Ketua AMPL, Angga Juli Nastionsyah kepada wartawan, dikatakannya indikasi tersebut menguat setelah pihaknya turun kelapangan untuk mencari kebenaran akan adanya aktivitas gereja terselubung tersebut.

“Melalui investigasi kita kelapangan, dan menurut pengakuan warga yang enggan disebutkan identitasnya, memang kerap ramai ketika hari sabtu dan minggu, seperti ada aktivitas berdoa (menurut ajaran kristen), sedangkan kita ketahui dibalik gedung tersebut hanyalah yayasan sekolah,” Kata Angga sembari menceritakan hasil investigasinya.

Lanjut, Angga, bila memang benar ada aktivitas gereja terselubung, berarti ini sudah melanggar Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 Tahun 2006 dan No. 8 Tahun 2006, karena sudah diatur didalam perundang-undangan tersebut, untuk mendirikan rumah peribadatan. Karena harus didukung oleh masyarakat sekitar dan disahkan oleh pemerintah setempat, Selain itu mekanisme pendirian gereja harus lah sah. Tidak boleh terselubung berkedok sekolah seperti ini, IMB nya harus ada sesuai peruntukan kalau sekolah ya IMB sekolah, lain halnya dengan IMB rumah ibadah. Begitupun dengan rekomendasi dari kemenag dan FKUB semua harus terpenuhi.

“Harusnya kalau memang mau didirikan gereja, harus ada rekomendasi dari FKUB dan kemerntrian agama (Kemenag) lalu dilanjutkan dengan mengantongi izin dari dinas perizinan, selain mekanisme tersebut harus ada juga proses analisis lingkungan oleh pihak kemenag dan pihak terkait lainnya yang harus turun kelapangan mengecek apakah menyalahi aturan atau tidak, dan warga sekitar lingkungan sepakat atau tidak,” jelasnya.

Ditegaskanya, bilamana praktik ini terus berlanjut dan fakta dilapangan benar, pihaknya tidak segan-segan untuk mengadakan aksi. “Kita akan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes, hingga melakukan boikot dan pembubaran, karena secara hukum itu salah karena tidak mengantongi izin resmi, kita bukan menolak adanya pendirian gereja, tapi yang kita kecam itu peruntukan tempat yang diduga disalahgunakan dan tidak sesuai dengan izin semestinya,” tegasnya. NSR.

Please rate this

Recommended For You

error: