Demi Klaim Asuransi, Nekat Buat Laporan Palsu Kena Begal No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Dina alias To (29) seorang pedagang warga Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II harus merasakan dinginnya penjara. Wanita ini diringkus anggota Polsek Lubuklinggau Utara pada 8 Februari lalu karena membuat laporan palsu denga pura pura kena begal pada 28 Januari 2019 sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Malus Kelurahan Petanang Ulu Kecamatan Lubuklinggau Utara I ke Polsek Lubuklinggau Utara.

Selain Dina, tim buser Polsek Lubuklinggau Utara  juga berhasil membekuk, Amin Steven (41) karyawan Utama Motor Cabang Lubuklinggau yang menjadi otak laporan palsu tersebut, pada Senin (11/2) di Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo,Kabupaten Musi Rawas.

Kedua tersangka mengakui perbuatan melawan hukum, Dina mengaku membuat laporan palsu atas perintah Amin dengan iming-iming uang, sedangkan Amin mengaku menyuruh Dina lantaran ingin keuntungan dari klaim asuransi leasing FIF.

Kapolres Lubuklinggau,AKBP Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Horison Manik menerangkan penangkapan tersangka Dina atas Dasar Laporan Polisi : LPA  / 04 / II / 2019 / Sumsel / Res Linggau / Sek Utara, tanggal 08 Februari 2019 atas laporan Brigpol Toni Hendrikson Sianturi  Anggota unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara.

“Tersangka Dina pada Jumat ( 01 Februari 2019) datang ke Polsek Lubuklinggau Utara melaporkan bahwa dia  telah mengalami tindak pidana pencurian dengan disertai kekerasan (begal)  yang terjadi  Senin (tanggal 28 Januari 2019) sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Malus Kelurahan Petanang Ulu Kecamatan Lubuklinggau Utara, teregister dalam laporan Nomor LPB / 15 / II / 2019 / Sumsel / Res Linggau / Sek Utara,” terangnya.

Dijelaskanya, pada saat itu tersangka Dina, melaporkan bahwa ketika pulang dari Malus bersama-sama dengan temannya yang bernama Kasri  Alias Ayuk Ayi dihadang oleh 2 (dua) orang laki-laki yang tidak dikenal dengan mengendarai Sepeda Motor Yamaha Vixion tanpa Nopol dan langsung mengambil paksa sepeda motor Honda Beat Nopol BG 2698 HAB warna Hitam berikut STNK asli disimpan di dalam jok sepeda motor, dompet berisikan uang tunai sebesar Rp. 1,3 juta,  dan 1 unit handphonenya dan saat itu pelaku melaporkan mengalami kerugian sebesar Rp 17 juta.

Namun setelah proses lidik dan mendengarkan keterangan saksi, ternyata laporan tersebut palsu, dan sengaja dibuat tersangka Dina atas perintah tersangka  Amin, untuk mencari keuntungan dari klaim asuransi FIF.

Dikatakan Kapolsek, pihaknya mengetahui Dina membuat laporan palsu setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang disebutkan tersangka di dalam laporan.

Saat anggota melakukan proses penyelidikan yang dipimpin oleh  Aiptu Herman bersama-sama 3 personil reskrim lainnya melakukan interogasi terhadap saksi yang dicantumkan oleh pelaku di dalam laporan polisi  atas nama Kasri dan hasil interogasi bahwa sama sekali Kasri tidak pernah menemani pelaku Dina  pergi ke Malus dan tidak pernah mengalami  penodongan (begal), sehingga langsung dilakukan pemeriksaan terhadap saksi Kasri  dan langsung diterbitkan Laporan Polisi Model A.

“Setelah itu langsung dilakukan penangkapan terhadap tersangka Dina  di rumahnya tanpa melakukan perlawanan dan saat dilakukan pemeriksaan tersangka mengakui perbuatannya bahwa dia melakukan itu semua karena disuruh tersangka Amin  dan tersangka Dina  mendapatkan upah sebesar Rp 700 ribu,  dan dijanjikan Amin apabila uang asuransinya cair semuanya diserahkan kepada tersangka Dina,” jelas Kapolsek.

Selanjutnya, pada hari Senin (11/2)  sekitar pukul. 15.00 WIB, tersangka Amin yang merupakan warga Jalan  Bukit Sulap RT 06 Kelurahan Wirakarya Kecamatan Lubuklinggau Timur II, juga ikut di ciduk.

“Tersangka Amin,  mengakui perbuatan yang  dilakukannya yakni  kerjasama dengan tersangka Dina  untuk membuat laporan palsu untuk mendapatkan keuntungan dari asuransi FIF,  dan dari keterangan tersangka sudah 21 data konsumen yang dipalsukannya ke pihak FIF,” tukasnya. Ril/ NSR

Please rate this

Recommended For You

error: