Dayu Sekar di Ciduk Karena Aniaya Pembantunya No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Polisi mengamankan Dayu Sekar yang berprofesi sebagai dukun, diduga melakukan penyiksaan terhadap pembantunya, Dasar Wigati (50) warga Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Jawa Timur. Petugas Polres Lubuklinggau, Jumat (7/11) sekitar pukul 10.00 WIB, mengamankan tersangka di bedeng Gang Selamet RT.8 Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Penangkapan tersangka diduga akibat penganiayaan yang ddilakukanya terhadap Dasar Wigati (Pembantunya) yang saat ini dalam kondisi trauma, serta menderita luka memar di wajah, mata, telinga. Bahkan korban juga digunduli.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono didampingi Kasat Reskrim, AKP Rivow Lapu menjelaskan korban dibantu warga melapor ke Polres Lubuklinggau, sekitar pukul 09.30 WIB. Setengah jam kemudian, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Ipda Jemmy Gumayel bersama Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan, menuju kediaman Dayu Sekar untuk mengamankannya.

“Dayu Sekar sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Bahkan sudah ditahan,” kata Kapolres.

Sementara itu, berdasarkan penuturan korban, ia bertemu dengan tersangka di Kompleks Pemakaman Sri Aji Joyoboyo Pamenang Kota Kediri bulan September lalu. Saat itu korban ditawari pekerjaan oleh tersangka, untuk berjualan buah dan bunga di Bali. Karena tersangka Dayu Sekar berasal dari Kabupaten Gianyar, Bali.

“Bukannya tiba di Bali. Korban justru dibawa ke Kota Lubuklinggau dan dijadikan Pembantu atau Asisten Rumah Tangga (ART) oleh tersangka,” terang Kapolres.

Selama menjadi pembantu, korban sering dipukuli di kepala, mata, telinga dan punggung, menggunakan kayu, sapu dan tangan. Penyebabnya jika pekerjaan rumah yang dilakukan tidak bersih. Bahkan kemudian korban disuruh menggunduli rambutnya, dengan alasan membuang sial.

“Korban mengaku tidak berani melawan, karena tersangka dukun. Juga tidak berani kabur, karena tidak memiliki uang,” jelasnya.

Sebenarnya saat dipukul, korban kerap teriak sakit, namun karena kontrakan sebelah rumahnya kosong sehingga warga tidak mengetahuinya.

“Dua hari sebelum melapor, saat disuruh membeli pulsa, tetangga korban merasa kasihan dan menyarankan untuk melaporkan ke polisi. Namun korban tidak melakukannya karena takut,”ujar Kapolres.

Merasa tidak tahan, akhirnya korban menemui kembali tetangga tersebut. Oleh warga korban dibawa ke rumah sakit dan melapor ke Polres Lubuklinggau.

Untuk saat ini korban trauma, sedang mendapatkan konseling dari Polwan di Unit PPA Polres Lubuklinggau. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk penampungan sementara korban selagi mengikuti proses hukum yang berlangsung. Mengenai pengembalian korban ke tempat asalnya, jika perkara ini selesai.

“Saya ucapkan terima kasih kepada warga yang sudah peka, peduli terhadap keamanan lingkungan dan sadar hukum untuk cepat melaporkan kejadian ke Polres Lubuklinggau,” tukasnya. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: