Buaya Bersarang Didanau Niken Jaya Itu Diduga Milik Oknum Dewan, BKPSDA : Pemelihara Buaya Bisa Diancam Hukuman 5 Tahun Penjara No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, PJ – Warga Lubuklinggau digemparkan dengan kehadiran buaya. Bagaimana tidak, wilayah perkotaan yang padat penduduk kedatangan tamu tak diundang hewan reptil ganas yang membahayakan itu.

Data lapangan menyebut Buaya muara itu dikabarkan milik oknum dewan di Lubuklinggau yang diduga lepas di danau yang ada Kelurahan Niken Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau.

Karena lepas dari sangkar tempat pemiliknya, sehingga buaya tersebut bersarang di dalam danau di RT 06 Kelurahan Niken Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Akibat lepasnya buaya tersebut, banyak memakan ternak milik warga dan membahayakan anak-anak di sekitar, sehingga warga terpaksa menembak mati buaya tersebut dengan menggunakan senapang angin.

Usai ditembak mati buaya tersebut langsung diambil oleh pemiliknya yang rumahnya tidak jauh dari lokasi danau itu.

“Setelah mati, Buaya itu sudah diambil oleh anak buahnya dan sudah diserahkan dalam kondisi sudah mati,”kata salah seorang warga bernama Tarjuni (50) warga Kelurahan Niken Jaya, Minggu (21/1/2021) kepada wartawan.

Dijelaskan ia, buaya tersebut buaya peliharaan, Namun Warga di dekat danau sudah banyak yang tidak nyaman dengan kemunculan buaya tersebut di danau, karena buaya sudah sering memakan ayam, dan bebek warga sekitar.

“Buaya itu jenisnya buaya muara, panjang buaya sekitar kurang lebih sekitar dua meter,”terang ia.

Menurut Tarjuni, Buaya yang dikabarkan milik Rodi Wijaya, sudah lama lepas, dan bersarang di danau sendiri diperikirakan kurang lebih satu bulan setengah.

Ia sudah sering memberi tahu pemilik agar buaya tersebut segera ditangkap, namun sang pemilik selalu berkata, iya-iya saja.

Ia menyebut, sebenarnya buaya tersebut tidak ingin dimatikan, ia dan warga lain ingin menangkap buaya muara tersebut dalam kondisi hidup, namun apa jaring yang digunakan untuk menangkap selalu putus.

Sehingga, warga mengambil inisiatif untuk menembak buaya tersebut dengan menggunakan senapang angin. Karena Selain membahayakan anak-anak yang sedang main di danau, buaya juga banyak memakan ternak.

Lalu pada awalanya warga sedang memancing ikan di danau, pada Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. warga ada yang melihat buaya sedang di daratan

Dan tidak lama kemudian, dirinya dipanggil oleh warga lain, dan mengajak ia untuk pulang agar menembak buaya yang sedang bertepi tersebut dengan menggunakan senapang angin.

“Ayo pulanglah ada buaya yang sedang mendarat,”kata ia menirukan warga.

Setelah mendapat kabar itu, dirinya langsung pulang kerumah dan mengambil senapang angin.

“Saat kepalanya sedang didaratan, kepalanya langsung saya tembak dengan menggunakan senapang angin,” kata dia

Setelah peluruh timah senapang angin mengenai kepala buaya, didalam air buaya tersebut terus mutar-mutar dan tidak lama kemudian buaya mati.

Setelah mati terang ia, buaya tersebut diantarkan kerumah Rodi, dan sudah diterima oleh orang yang bekerja disana.

Saat berusaha mengkonfirmasi Pemiliknya Rodi Wijaya dengan mendatangi rumahnya di depan Bandara Silampari Kota Lubuklinggau.

Namun, saat dicoba dikonfirmasi Rodi tidak ada dirumah dan media hanya ditemui oleh penjaga rumahnya. Dan memberi tahu kalau pak Rodi sedang pergi kondangan.

Kemudian media mencoba menghubungi Rodi Wijaya melalui sambungan telepon, saat dikonfirmasi dirinya belum mengetahui dengan buaya yang diserahkan warga kerumahnya tersebut.

Karena Rodi mengaku, dia sejak pagi hingga siang belum pulang kerumahnya, dan sedang pergi kondangan ke Daerah Kecamatan Karang Jayo, Kabupaten Muratara.

“Jadi aku ni pagi tadi berangkat karang jayo, jadi aku belom balek dari pagi tadi dan tahu kalau ada yang nganter buaya,”ujarnya.

Saat dikonfirmasi Rodi tidak membenarkan kalau buaya yang ada di danau tersebut adalah milik dirinya.

Namun Rodi mengakui memiliki peliharaan Buaya yang masih kecil, dan itu adalah peliharaan milik anaknya.

“Aku ada pelihara buaya dikolam, kalu mau lihat ada buayanya dikolam, nah masalah buaya kolam dibelakang  aku tidak tahu,” tutupnya

Sementara itu, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menghimbau, agar warga yang memelihara buaya tanpa izin agar segera menyerahkan reptil tersebut ke BKSDA.

Karena, Reptil tersebut adalah satwa yang dilindungi, apalagi yang memelihara reptil buas itu, sampai meresahkan dan dapat terkena sanksi hukuman.

Hal itu merujuk pada Pasal 21 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, di mana memelihara satwa liar yang dilindungi dapat dikenakan ancaman penjara paling lama lima tahun dan denda Rp 100 juta.

“Buaya itu adalah hewan yang dilindungi, jadi kalau mau pelihara itu harus ada izin dari lembaga konservasi,”kata Seksi Konservasi Wilayah II Lahat

Jadi terang ia, gak sumua bisa di sembarangan pelihara, jadi harus mengurus izinya di lebaga konsevasi, sebab semua ada aturannya.

“Harus lembaga konservasi kalau ada izinnya untuk memelihara,”ujarnya.

Menurutnya,  saat memelihara reptil yang dilindungi, itu harus dipastikan juga sesuai prosedur.

Prosedur kata ia, mulai dari ada izinnya, selain itu pemilik juga harus menyediakan sarana-prasarana, mulai dari tim medis dan kandangnya.

“Dalam penerbitan izin juga kita akan melakukan pengecekan, jadi tidak bisa asal memilihara saja,”ujarnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat apabila ada informasi warga yang memelihara harus diinformasikan ke BKSDA supaya bisa ditindak lanjuti.

Dan ia juga menyayangkan buaya tersebut ditembak mati, sebaiknya kalau ada temua buaya atau hewan-hewan yang dilindungi agar segera melaporkan ke BKSDA, agar BKSDA mengevakuasi hewan dilindungi tersebut. FAB

Please rate this

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: