Bawaslu : Apk Jenis Bilboard Itu Melanggar No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Setelah beberapa waktu lalu badan pengawas pemilu (Bawaslu) kota lubuklinggau sempat menertibkan alat peraga kampanye atau alat peraga sosialisasi (Apk/ Aps) yang melanggar aturan dan menganggu tata ruang dan keindahan kota, kini giliran apk/ aps yang terpasang di bilboard (papan reklame ukuran besar) yang menjadi fokus bawaslu lubuklinggau.

Ketua Bawaslu Lubuklinggau, Mursydi saat dibincangi wartawan mengatakan pada rabu (6/2) mendatang pihaknya akan memasang stiker terlebih dahulu, dengan bertusliskan “Alat Peraga Ini Melanggar” pada bilboard yang terpasang apk caleg, baik Dpr Ri, Dprd Provinsi, Dprd Kota dan DPD. Barulah setelah ditempeli stiker itu akan diberi jeda waktu untuk melepas, namun apabila tak di indahkan, dengan berat hati pihaknya akan mengkomunikasikan dengan pihak terkait agar bisa ditertibkan.

“Sejauh ini berdasarkan data pengawasan yang ada dikita, terpantau sedikitnya 14 bilboard yang akan kita pasangi stiker tersebut,” ungkap Mursydi.

Lanjutnya, Itu melanggar berdasarkan Surat edaran Bawaslu RI nomor: 1990/K.Bawaslu/Pm.00.00/XI/2018. Dalam aturan tersebut, mempertegas sejumlah peraturan tentang pelaksanaan kampanye, dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang sudah dikeluarkan pihak KPU sebelumnya.

Salah satu poin penting yang dipertegas dalam aturan itu adalah, tidak boleh dipasang Alat Peraga Kampanye (APK) ataupun alat citra diri bagi peserta Pemilu, di tempat media berbayar (Bilboard).

“Dalam aturan tersebut, dijelaskan di point 7 dan 8, bahwa peserta Pemilu dilarang memasang APK ataupun citra diri di media berbayar, atau billboard. Karena itu, kami minta parpol mempertegas hal ini kepada masing-masing Calegnya, agar bisa dipatuhi aturan ini,” ujarnya.

Jika tidak, maka pihaknya akan menurunkan Apk/Aps tersebut, dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Aturannya cukup tegas, dan kita minta ini dipatuhi. Atau kami juga bisa merekomendasikan kepada pihak KPU agar bisa diberikan teguran keras,” pungkasnya. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: