Apa Kata Pengamat Politik Tentang Keputusan Kontroversi Bawaslu Sumsel No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) , Dr Adriyan Saptawan yang juga pengamat Politik dan Tata Pemerintahan, merespon pemberhentian mendadak Kasek Panwas Lubuklinggau, Hendri Almawijaya oleh Kasek Bawaslu Sumsel. Menurut dia, pemberhentian Kasek Panwas kabupaten/ kota tidak bisa dilakukan sembarangan.

“Tidak bisa semena-mena melakukan pemberhentian, ditambah lagi dengan alasan yang diduga hanya opini dan tidak bisa dibuktikan. Kalau ada laporan dari masyarakat harus dibuktikan dulu kebenarannya, unsurnya harus terpenuhi dan jelas, serta tata cara mekanismenya pun harus jalan, seperti pembentukan tim investigasi dan melakukan sidang resmi terlebih dahulu. Karena Sekretariat Panwas itukan lembaga  pemerintahan, pengangkatan/pemberhentian kasek kabupaten/kota harus melalui pengajuan pemerintah daerah setempat. Lagipula kasek itukan aparatur sipil negara (ASN) kabupaten/kota setempat yang diperbantukan,” terang dia.

Mengenai istrinya yang menjadi Caleg, Adriyan menegaskan tidak ada hubungan langsung dengan yang bersangkutan. Lagipula, tidak ada aturan perundangan-undangan yang jelas dan tegas mengenai larangan untuk yang bersangkutan apabila istrinya berpolitik.

“Masalah ini bukan pelanggaran kode etik, Kasek Panwas Lubuklinggau tidak bisa diberhentikan semena-mena. Kalau dinilai mengganggu kinerja, harus dibuktikan dan harusnya diminta mundur saja,” katanya.

Begitu juga dengan alasan tidak bisa sejalan dengan komisioner, menurut Adriyan, itu alasan yang sulit diterima akal sehat. Sebab antara Kasek dan Komisioner harus bisa bekerja sama dengan baik. “Kalau ada masalah, berarti komisionernya juga diduga bermasalah. Jadi jangan sampai menimbulkan ketidaknyamanan antara keduanya,” terang dia.

Masih kata Adriyan, Kasek Panwas Lubuklinggau bisa mengadukan masalah ini ke DKPP kalau merasa keberatan. “Namun ini sifatnya individual, tergantung dari yang bersangkutan. Kalau seandainya menerima, ya apa boleh buat. Tapi kalau merasa dirugikan misalnya menyangkut karir, bisa melapor ke DKPP,”

Sementara itu, Kasek Bawaslu Sumsel Iriadi saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, pemberhentian Kasek Panwas Lubuklinggau lantaran banyaknya pengaduan dari masyarakat, diantaranya pengaduan dari HMI Lubuklinggau.

“Pengaduan dimaksud, karena istri Kasek Panwas Lubuklinggau berpolitik praktis. Pernah mencalonkan diri sebagai Anggota Legislatif dari Partai Demokrat. Makanya netralitas yang bersangkutan (Kasek Panwas Lubuklinggau, red) dipertanyakan,”  ucap dia.

Alasan lainnya lanjut Iriadi, Kasek Panwas Lubuklinggau dinilai tidak bisa sejalan dengan para komisioner atau Anggota Panwas Lubuklinggau. Untuk sementara kata Iriadi, jabatan Kasek Panwas Linggau diisi Kasek Bawaslu Sumsel.

“Saya sudah banyak memberhentikan kasek panwas. Kapan pun kasek
Panwas kabupaten/kota bisa saya berhentikan. Ini wewenang penuh
Kasek Bawaslu propinsi, tidak harus melalui persetujuan kepala daerah setempat. Kecuali Sekretaris KPU kabupaten/kota yang harus  mendapat persetujuan kepala daerah,” katanya.

Tak hanya itu, pemberhentian bendahara dan seluruh jajaran pegawai termasuk staf di Panwas kabupaten/kota merupakan kewenangan Kasek Bawaslu propinsi. “Nanti semuanya akan dievaluasi, Agustus mendatang Panwas akan menjadi lembaga permanen lima tahunan.

Tes penerimaan pegawai dilakukan Juni dengan sistem CAD, kami akan cari pegawai yang benar-benar independent,” tambah dia.

Mengenai jabatan Kasek Lubuklinggau pasca diberhentikan, Iriadi mengatakan hingga kini masih jadi bagian pegawai Sekretariat Panwas Lubuklinggau. “Belum dikembalikan ke Pemkot, masih ditangguhkan jadi stap panwas,” katanya.

Terpisah, Hendri Almawijaya saat dikonfirmasi memaparkan iapun tak tau persis apa alasan konkrit dari keluarnya keputusan pemberhentian itu, dan didalam sk pun tidak ditemukan asal muasal yang menjadi acuan pemberhentian ini.

“Saya untuk sementara No Coment lah perihal ini, kita lihat saja nanti apa langkah – langkah yang akan kita lakukan. Silakan saja tanya ke Kasek Bawaslu provinsi,” tukasnya. (Nasrudin)

Please rate this

Recommended For You

error: