Aktivis Desak Tinjau Ulang Perizinan Cozy, Smart dan Ibiza No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Pasca diamankan dan direhabilitasinya kelima pengunjung Smart, Cozy dan Ibiza Dafam Karaoke yang terindikasi Positif penyalahgunaan narkoba, membuat sejumlah Aktivis akan aksi Unjuk Rasa di depan Hotel Smart, Cozy dan Dafam.

Hal itu diungkapkan, Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Cabang Kota Lubuklinggau. Angga Juli Nasutionsyah, mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat ini akan menggelar aksi sebagai wujud keprihatinan atas maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Lubuklinggau terutama di tempat hiburan malam dan Karaoke.

“Keberadaan tempat Karaoke di Kota Lubuklinggau sangat meresahkan dan disinyalir sebagai tempat peredaran dan transaksi narkoba. Untuk itu, kita akan menggelar aksi di depan DPM-PTSP Kota lubuklinggau mendesak agar izin Karaoke di 3 (tiga) Hotel berbintang (Smart,Cozy dan Ibiza Dafam*red) dicabut,”tegasnya.

Selain daripada itu, lanjut dia, pihaknya juga akan memantau terkait proses rehabilitasi yang dilakukan BNNK Lubuklinggau yang berujung pada rehabilitasi dan pembebasan pada tersangka. “Nanti, bilang ke publik direhab, eh gak taunya rehabnya dirumah,”gerutunya.

Terpisah, Kadis Perizinan kota lubuklinggau, Hendra Gunawan akan lakukan stressing dan sosialisasi smart, cozy dan ibiza, termasuk ke seluruh penyedia tempat hiburan, hal itu diungkapkanya saat dikonfirmasi wartawan via telepon seluler, kemarin (25/11).

Dijelaskan, Aan sapaan akrab kadis perizinan, regulasinya sudah jelas dalam persyaratan penerbitan izin usaha. Sudah ada pernyataan untuk tidak melanggar izin seperti menjual narkoba ataupun miras yang ilegal. Namunkan pengunjung ini tidak memakai disitu, dan penyedia tempat hiburan juga tidak menjual narkoba, hanya kebetulan mereka terjaring di situ, kecuali kalau pihak karaoke menjual narkoba baru kita tindak dan kita cabut izin usahanya.

“Narkoba itukan bisa terdeteksi melalui urine dalam kurun waktu yang lama, bisa hitungan bulan. Jadi bisa jadi pengunjung yang terjaring hanya masih menyimpan kandungan narkoba saja, bukan memakai narkoba pada saat terjaring,” ungkapnya.

Lanjutnya, dengan adanya kondisi seperti ini, perlu di ingatkan kembali pihak pengelola dan pihak penyedia tempat hiburan yang ada dikota lubuklinggau.

“Akan kita stressing saja, dan kita sosialisasikan lagi kepada pihak penyedia. Dan juga kita telah gencar dalam proses perpanjangan izin setiap tahunya selalu mensosialisasikan untuk tolak narkoba, dan himbauan itu dibuktikan dengan adanya himbauan di setiap hotel dan tempat hiburan, yang bertuliskan dilarang membawa narkoba, sajam, senpi dan WNA harus wajib lapor,” jelas Aan.

Sementara itu, kepala Badan Narkotika Nasional Kota Lubuklinggau, AKBP Himawan Bagus Riyadi menanggapi terkait terjaringnya lima orang yang positif narkoba tersebut, kini telah mengalami proses rehabilitasi atas permintaan mereka dan keluarganya.

“Kita hanya meluruskan bahwa lima orang tersebut bukan tangkapan melainkan hasil razia yang dikomandoi subdenpom. Hasil razia tersebut, didapati kelima orang positif narkoba, kemudian diserahkan ke BNN, karena tidak ada barang bukti dan atas permintaan keluarga kelima penyalahguna narkoba tersebut agar dilakukan rehabilitasi,” katanya.

Selanjutnya pihak BNN melaksanakan prosedur untuk melakukan rehabilitasi berupa assesment yang dilakukan oleh assesor dan konselor dari seksi rehabilitasi.

“Hasil assesment menyebutkan bahwa mereka diwajibkan melaksanakan rawat jalan di BNN Kota Lubuklinggau bukan dibebaskan,” jelas Himawan.

Dilanjutkan, kalau penangkapan anggotanya harus mengantongi surat perintah penangkapan, dan diakui Himawan dirinya tidak menerbitkan surat perintah penangkapan. “Yang saya keluarkan surat perintah anggota BNN untuk membantu Subdenpom melaksanakan razia, pada saat razia sy tidak ikut,” pungkasnya. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: