450 Personil Test Pesi Sebagai Syarat Pegang Senpi No ratings yet.

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Sebanyak 450 personil polisi yang berdinas di mapolres Lubuklinggau mengikuti test pesikotes (pesi) dengan mendatangkan tim pesi dari polda sumatera selatan (Sumsel). Hal itu diungkapkan Kapolres Lubuklinggau, AKBP dwi Hartono saat dibincangi wartawan, Rabu (28/11).

Menurutnya, dilakukan tes psikotes ini memiliki dua tujuan. Yang pertama untuk anggota yang mau memegang senjata api (senpi) harus memenuhi kriteria psikotes sedangkan yang sudah memegang senpi, ini sebagai bentuk evaluasi. Karena syarat pegang senpi harus memiliki sertifikat pesi.

“Bila memenuhi syarat dan punya sertifikat lulus pesi, anggota yang belum memegang senpi dalam pengajuannya itu dilampirkan karena syarat mutlak, lain hal untuk yang sudah pegang senpi, bila tidak lulus pesi maka kemungkinan besar senpinya akan ditarik. Karena pesi ini sebagai bukti yang menjadi acuan kejiwaan dan kepribadian anggota,” jelasnya.

Sedangakan tujuan yang kedua yakni sebagai Proviling anggota, menjadi acuan penempatan tugas anggota sesuai dengan dengan kepribadiannya masing-masing.

“Kita umpamakan bila dilihat dari hasil pesinya ternyata ada anggota yang insomnia sering susah tidur, maka ia tidak cocok bila di tugaskan di bagian Satuan lalu lintas (Satlantas), karena satlantas pagi harus mengatur lalu lintas dan wajib apel pagi. Maka satuan Reskrim atau mungkin intel yang tepat sesuai dengan kebiasaan dan kepribadiannya,” terang kapolres.

Ditambahkannya, total personil polisi di mapolres Lubuklinggau sekitar 580, namun yang mengikuti tes pesi hari ini berlisar 450 personil, karena ada yang sedang dinas luar dan sebagainya.

“Untuk yang belum tes pesi maka mereka wajib untukbtes sendiri di polda sumsel nantinya, karena ini syarat mutlak terkhusus yang sudah pegang senpi,” kata polisi berpangkat melati dua ini.

Masih kata Kapolres, test pesi sebagai agenda wajib setiap tahunnya, sebagai data kepribadian personil.

“Ada tiga aspek tes pesi ini, diantaranya, tes Kepribadian, kecerdasan dan kecermatan,” pungkasnya. NSR

Please rate this

Recommended For You

error: